Tampilkan postingan dengan label Tulisan-tulisan Usang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan-tulisan Usang. Tampilkan semua postingan

Sebuah Jalan mengenal Dewa-Dewi Olimpus

Apakah anda cukup berani untuk melangkah masuk dan bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan para dewa dan dewi olimpus?    

  • The Original Six

Seperti yang Anda tahu, Cronus kehilangan kekuasaan setelah digulingkan oleh anak-anaknya sendiri. Namun, perebutan kekuasaan ini tidak berlanjut ke halyang lebih besar. Selain anak-anak dari kemudian Cronus bersatu, membagi kekuasaan di antara mereka. Bagaimanapun, Sebuah penguasa tertinggi sangat diperlukan, dan semua setuju Zeus adalah yang terbaik dalam hal ini. Keputusan tersebut merupakan keputusan yang bulat dan final dari anak-anak Cronus. Mereka kemudian tergabung kedalam sebuah istilah yang dikenal dengan nama The Original six dewa dan dewi Olimpus. Mereka adalah:

  1. Zeus

Setelah jatuhnya Kronus, tiga bersaudara (Zeus, Poseidon, dan hades) membagi wilayah kekuasaan di antara mereka. Ketiga mebagi wilayah secara adil. Wilayah-wilayah yang diperebutkan adalah langit, laut, dan the land of the dead. Kemudian disepakati bahwa bumi dan Gunung Olympus akan tetap sebagai gabungan domain tanpa satu dewa khusus yang memegang kendali. Seperti keberuntungan akan memilikinya, Zeus menguasai langit. Hal ini membuat dia menjadi penguasa dewa-dewa dan juga wilayah langit tentunya. Zeus biasanya digambarkan sebagai seorang dewa yang memegang petir dan mengenakan perlindungan. Dia juga sering disertai oleh elang, yang secara simbolis diitilahkan sebagai muridnya.

Zeus (bahasa Yunani: Ζεύς atau Dias Δίας), adalah nama seorang dewa Yunani kuno. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.Dalam mitologi, Zeus adalah Dewa Pemimpin yang bertahta di Olympus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan.

  1. Poseidon

Poseidon menguasai wilayah lautan. Mitos sering menggambarkan Poseidon sebagai dewa yang memiliki watak yang agak keras, dan dihubungkan dengan laut yang ganas, badai dan gempa bumi. Dia digambarkan sebagai seorang dewa yang berosok raksasa yang tinggi dan berjenggot yang panjang,biasanya ia memegang trisula (menurut cerita senjata tersebut dibuat oleh Cyclopes selama sepuluh tahun perang).

  1. Hades

Last, but certainly not least, adalah Hades (dari kata Yunani ᾍδης, Hadēs, atau Ἅιδης, Háidēs) yang menguasai Land of the Dead-atau dikenal sebagai Underworld. Pluto (Πλούτων, Plouton) dalam Mitologi Romawia. Underworld dalam hal ini tidak mewakili Neraka, Hades dianggap tidak berkaitan dengan kejahatan atau setan. Mitos menggambarkan Hades sebagai penyendiri, agak tidak tertarik dalam kehidupan dunia. Ia sering digambarkan seorang dewa dengan memegang kunci di tangannya, menandakan bahwa ia berstatus sebagai "sipir penjara". Dia, seperti kakaknya, juga diidentikkan dengan seekor kuda, dan bahkan dibeberapa mitos dikatakan bahwa ia adalah yang menciptakan kuda.

  1. Hera

Setelah melihat pembagian wilayah dari ketiga dewa diatas, dibawah ini akan dijelaskan mengenai ke tiga dewi olimpus. Hera sering dianggap yang terbesar dari semua dewi-dewi Yunani. Dia, bukan perempuan biasanya namun ia merupakan istri Zeus yang secara otomatis berperan sebagai ratu penguasa surga. Dia digambarkan sebagai seorang dewi yang pencemburu dan pendendam. Sebagai istri sah yang pertama, ia merupakan dewi pelindung istri. Dia juga dianggap sebagai dewi perkawinan dan kelahiran. Dia digambarkan sebagai seorang ratu yang berperawakan tinggi, megah, dan memegang tongkat kerajaan. Dia diidentikan dengan seekor burung merak.

  1. Demeter

Demeter, yang namanya berarti "Mother Earth" adalah seorang Dewi bumi (namun jangan disamakan dengan Gaia, Bumi yang sebenarnya). Demeter memegang kuasa kesuburan dan pertanian. berbeda dengan adiknya, HEstia, yang tidak pernah meninggalkan Gunung Olympus, Demeter jarang tinggal di sana. Dia lebih suka menghabiskan waktunya di bumi, dekat dengan tanah. Dia digambarkan sebagai seorang dewi dengan posisi duduk dengan ditemani oleh ular atau obor. Dalam kebudayaan Romawi, Demeter dikenal dengan nama "Ceres". Kemungkinan nama Ceres ini merupakan sumber inspirasi dari sebuah merk bahan makanan berlapis coklat yang sering digunakan untuk melapisi roti. Bahan makanan tersebut terbuat dari coklat berbentuk seperti butiran padi.

  1. Hestia

Hestia merupakan dewi yang kurang dikenal dalam mitologi. Sedikit yang tercatat tentang dirinya,meskipun dia dianggap sebagai goddess of the hearth and the home. Walaupun tidak ada deskripsi yang akurat mengenainya, namun ia sangat erat terkait dengan wajah keperawanan dan tidak diidentikan dengan seekor binatang apapun.

Dalam mitologi Yunani, perawan Hestia (Romawi : Vesta) adalah putri dari Kronos dan Rhea, (Yunani kuno: Ἑστία') yang merupakan Dewi Perapian (hearth), dari susunan kehidupan domestik dan keluarga, ia menerima persembahan pertama dalam setiap sesajen dalam rumah tangga. Dalam wilayah publik, tungku perapian didalam ruang pertemuan umum difungsikan sebagai tempat suaka resmi baginya. Didalam pendirian sebuah koloni baru,api yang berasal dari perapian umum Hestia di ibu kota, akan dibawa ke pemukiman yang baru.


 

Sumber:

  • http://id.wikipedia.org/
  • Bolton, Lesley. 2002. The everything classical mythology book : Greek and Roman gods,
    godesses, heroes and villians from Ares to Zeus. Massachussets: Adams Media Corporation.
READ MORE - Sebuah Jalan mengenal Dewa-Dewi Olimpus

Free Software Movement (FSM)

Free Software Movement (disingkat FSM) adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada pengguna komputer dengan mengganti perangkat lunak tak bebas yang bersifat membatasi hak-hak pengguna dengan perangkat lunak bebas. Dalam konteks gerakan sosial, gerakan ini diklasifikasikan dalam gerakan sosial baru. Gerakan ini dimulai pada tahun 1983 ketika Richard Stallman meluncurkan Proyek GNU. Para anggota gerakan ini percaya bahwa semua pengguna perangkat lunak harus mendapatkan kebebasan seperti yang tercantum dalam definisi perangkat lunak bebas. Banyak juga yang beranggapan bahwa adalah tidak bermoral untuk melarang atau mencegah orang untuk mendapatkan kebebasan yang dibutuhkan untuk menciptakan masyarakat dimana para anggotanya saling membantu satu sama lain, dan untuk mendapatkan kontrol atas komputernya.

Proyek GNU diluncurkan pada tahun 1984 untuk mengembangkan – sebuah sistem operasi lengkap serupa UNIX – yang berbasis perangkat lunak bebas (PLB): yaitu sistem GNU. Varian dari sistem operasi GNU, yang menggunakan kernel Linux, dewasa ini telah digunakan secara meluas. Walaupun sistem ini sering dirujuk sebagai "Linux", seharusnya lebih tepat jika disebut sistem GNU/Linux karena beberapa sistem pendukung yang terdapat dalam paket distribusinya juga menggunakan perangkat lunak buatan proyek GNU. GNU merupakan singkatan rekursif dari "GNU's Not UNIX" (GNU bukan Unix); serta dilafalkan ge-nuu,.



Logo GNU digambar oleh Etienne Suvasa






Richard Matthew Stallman (16 Maret 1953) ialah pendiri gerakan Free Software Movement, proyek GNU, dan Yayasan Free Software Movement. Ia juga seorang peretas terkenal. Ialah yang mengerjakan GNU Emacs, GNU C Compiler, dan GNU Debugger. Stallman juga yang menulis GNU General Public License (GNU GPL atau GPL), lisensi perangkat lunak bebas yang terbanyak dipakai, dan memberi ilham konsep copyleft.



Richard Matthew Stallman






Sumber:

READ MORE - Free Software Movement (FSM)

Mitos? Penting Ngga sih???


Lesley Bolton dalam bukunya The Everything Classical Mythology Books mengungkapkan bahwa sebelum menyelam ke dalam cerita-cerita tragedi, perang, dan kepahlawanan, Anda harus terlebih dahulu membangun fondasi untuk mendapatkan makna terbesar dari kisah-kisah tersebut. Meskipun Anda mungkin menemukan cerita ini hanya menghibur, namun pertanyaan tentang bagaimana cerita ini diciptakan pasti akan masuk pikiran Anda pada titik tertentu.


Berawal dari ungkapan Lesley Bolton tersebut, ternyata menarik jika kita telusuri. Dewasa ini banyak tontonan-tontonan televise yang menangkat film-film dengan tema mitos-mitos zaman dahulu. Pada awalnya pasti kita sebagai penonton akan hanyut oleh jalan ceritanya saja dan mengesampingkan inti dari cerita, dan hal-hal mendalam lainnya yang sebenarnya merupakan fondasi dari film tersebut. Seperti misalnya film-film kartun Saint Saiya yang mengangkat mitologi kuno dari yunani. Penonton pasti akan terlebih dahulu terhanyut oleh aksi-aksi memukau dari film tersebut, sedangkan pesan-pesan dari mitologi yang terkandung didalamnya terlewatkan.

Mitologi, Mitos??? Ummsss.. hal yang menarik nampaknya bagi saya untuk menjelaskan lebih jauh mengenai hal tersebut.

  • Apa Itu Mitos?
Mitos, didefinisikan secara sederhana, adalah sebuah cerita fiktif atau berkadar setengah dari sebuah kebenaran, namun tidak hanya sekedar itu. Para pakar mitologi telah berjuang untuk menunjukkan suatu definisi yang tepat mencakup semua atribut yang terkandung dalam mitos. Hmmm… menarik juga, bagaimana sebuah kata yang kecil ini memegang definisi yang dalam dan bertujuan memberikan ide-ide yang luhur seperti makna kehidupan.

  • Penciptaan Mitos

Mitos memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari run-of-the-mill cerita fiktif. Pertama, Anda harus ingat bahwa karakteristik ini berlaku untuk penciptaan mitos, dan mungkin tidak dapat dilihat dengan cara yang sama di dunia sekarang ini. Asal mitos adalah tanpa satu penulis. Cerita dari mitos berevolusi dari penceritaan oleh banyak orang. Dengan kata lain, mitologi budaya tertentu diciptakan melalui terjemahan-terjemahan lisan dari orang-orang. Oleh karena itu, sering kali ada lebih dari satu versi cerita yang sama.


Sebuah mitos dapat diungkapkan sebagai sebuah cerita religius. Kekuatan yang lebih tinggi selalu terlibat dalam plot sebuah mitos seperti Dewa, dewi, atau makhluk gaib sering disembah atau dihormati oleh manusia. Diyakini benar, mitos dianggap suci bagi orang-orang dalam budaya mitologi. Mitos akan menawarkan penjelasan yang tidak diketahui, seperti pembuatan alam semesta dan Bumi dan juga berusaha memberikan jawaban akan pertanyaan mendasar kita semua seperti makna dan tujuan dari keberadaan kita di dunia.

Mitos adalah bagian dari mitologi yang mencakup beberapa mitos yang kesemuanya diikat bersama oleh kesamaan atau tema umum. Dengan demikian, Mitologi kemudian menjadi kebenaran yang diterima secara sosial.

Ciri-ciri di atas adalah unsur penting dari sebuah mitos, namun ada juga beberapa elemen-elemen lain yang tidak diakui namun menjadi penting, tetapi tetap jelas dalam mitologi beberapa budaya. Sebagai contoh, hampir setiap mitos akan menyoroti kegiatan yang melanggar hukum alam seperti halnya orang akan berubah menjadi benda mati, orang mati bangkit dan hidup lagi, dan sebagainya. Selain itu, mitos sering menyampaikan berbagai hubungan keberadaan dan interaksi antara surga, neraka, masa depan, dan masa lalu.



Jadi silahkan simpulkan sendiri, penting atau tidak sebuah mitos dalam kehidupan anda….



  • Legenda dan Cerita rakyat
Cukup sering kata-kata mitos, legenda, dan cerita rakyat digunakan bergantian. Memang, ketiganya mengandung arti tambahan dari beberapa jenis cerita dan memiliki beberapa kesamaan, tetapi dari sana mereka bercabang berdasarkan tujuanny masing-masing. Agar suatu mitos menjadi mitos, ia harus memiliki semua karakteristik penting yang baru saja dijelaskan di atas. Jika tidak memiliki semua karakteristik tersebut, hal tersebut lebih sebagai sebuah legenda atau cerita rakyat. Namun demikian, masih ada yang membedakan elemen-elemen dari keduanya.

Sebuah legenda adalah cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi, yang telah tidak ada bukti kuat untuk mendukung cerita yang terkandung di dalamnya. Intinya biasanya lebih spesifik mengenai orang, tempat, atau peristiwa sejarah. Sedangkan cerita rakyat juga sedikit berbeda. Mereka adalah fiksi murni dan tidak didirikan pada orang tertentu, tempat, atau peristiwa. Cerita rakyat menggunakan simbolisme untuk menyampaikan konsep dan makna, sehingga apa pun dapat menjadi mungkin contohnya hewan yang bisa berperilaku seperti manusia, misalnya. Seperti legenda, cerita rakyat tidak memiliki unsur-unsur penting dari mitos. Mitos dapat menjadi cerita rakyat, tapi cerita rakyat belum tentu sebuah mitos.

  • Mitos Suci
Mitos mewakili beberapa tujuan untuk orang Yunani dan Romawi kuno, salah satu yang terkemuka adalah agama. Seperti yang anda ketahui, salah satu yang penting bahwa unsur-unsur dari sebuah mitos adalah makna keagamaan. Dalam budaya ini, mitos menjelaskan keyakinan agama serta membenarkan ritual keagamaan. Ini sangat mempengaruhi perilaku orang-orang Yunani dan Roma. Meskipun masyarakat sekarang ini tidak lagi mengambil bagian dalam mitologi sebagai agama, maka penting dan menarik untuk melihat mereka pada waktu dulu.

Orang-orang Yunani dan Roma merupakan bangsa yang religius. Dewa dan dewi, bahkan dewa yang lebih kecil, memegang kendali semua orang-orang. Mitos didefinisikan sebagai dewa atau dewi tempat orang-orang harus berpaling pada saat dibutuhkan. Sebagai contoh, mereka yang ingin aman dalam pelayaran di lautan akan berdoa kepada Dewa Poseidon (Yunani) atau dewa Neptunus (Romawi); mereka yang meiliki usaha berburu yang ingin mendapatkan hasil yang baik akan berdoa kepada Dewi Artemis (Yunani) atau Dewi Diana (Romawi); atau sebelum pertempuran, hal yang umumuntuk berdoa kepada Dewa Ares (Yunani) atau Dewa Mars (Romawi). Dapat dilihat begitu banyak dewa dan dewi dimana orang-orang harus menghormatinya namun, orang harus berhati-hati untuk menjaga keseimbangan diantara mereka. Anda tentu tidak ingin jika doa untuk dewa keadilan kemudian diarahkan kepada dewa anggur; hasilnya mungkin saja menjadi sebuah bencana.

Para dewa dan dewi tidak selalu konsisten dalam dukungan mereka terhadap ras manusia dan sering sangat moody dan temperamental terhadap umat manusia. Sebagai bagian dari suatu agama, perilaku dan temperamen serta ketidakkonsistenan dari para dewa itu diterima oleh rakyat, dan mereka mengubah perilaku mereka sendiri yang sesuai. Bagaimanapun, para dewa memegang kekuatan penciptaan dan penghancuran – jalan terbaik adalah untuk selalu berada di sisi baik para dewa-dewi sesering mungkin.



Source:

  • Bolton, Lesley. 2002. The everything classical mythology book : Greek and Roman gods,
godesses, heroes and villians from Ares to Zeus. Massachussets: Adams Media Corporation.
READ MORE - Mitos? Penting Ngga sih???

100 Wanita Top Sepanjang Milenium

100 Wanita Top Sepanjang Milenium

(dilengkapi tahun kelahiran dan profesinya)


100     Murasaki Shikibu (tahun kelahiran 978), Penulis.
99     Walladah Al-Mustakfi (1001), Seniwati
98     Godiva of Mercia (1040), Aktivis
97    Trotula of Salerno (1090), Penyembuh
96     Anna Comnena (1083), Penulis
95     Hildegard von Bingen (1098), Seniwati
94     Ratu Melisende (1111), Pemimpin
93     Eleanor of Aquitaine (1122), Pemimpin
92     Marie of France (1140), Seniwati
91     Raziya Iltutmish (1236), Pemimpin
90     Raziya Iltutmish (1236), Pemimpin
89     Shagrat al Durr (1249), Pemimpin
88     Sorghaghtani Beki (1248), Pemimpin
87     Marguerite Poreta (1300), Pemimpin Spiritual
86     Lady Agnes Randolph (1312), Pejuang
85     Phillipa of Hainault (1314), Pemimpin
84     Catherine of Siena (1347), Pemimpin Spiritual
83     Margaret of Scandinavia (1353), Pemimpin
82     Jeanne de Belleville (1350), Pejuang
81     Christine de Pizan (1364), Penulis
80     Joan of Arc (1412), Pejuang
79     Margaret of Anjou (1430), Pejuang
78     Ratu Isabella (1451), Pemimpin
77     Isabella d'Este (1474), Pelopor
76     Charlotte Guillard (1485), Pelopor
75     Black Anna (1524), Aktivis
74     Grainne Ni Maille (1530), Pejuang
73     Ratu Elizabeth I (1533), Pemimpin
72     Ratu Amina (1533), Pemimpin
71     Nur Jahan (1571), Pemimpin
70     Francesca Caccini (1587), Seniwati
69     Artemisia Gentileschi (1593), Seniwati
68     Judith Leyster (1609), Seniwati
67     Aphra Behn (1640), Penulis
66     Elena Piscopia (1646), Pelopor
65     Catherine the Great (1729), Pemimpin
64     Olympe de Gouges (1748), Aktivis
63     Mary Wollstonecraft (1759), Aktivis
62     Jane Austen (1775), Penulis
61     Sacagawea (1787), Pelopor
60     Sojourner Truth (1797), Pelopor
59     Dorthea Dix (1802), Penyembuh
58     Harriet Beecher Stowe, dilahirkan 1811, Aktivis
57     Ada Byron Lovelace (1815), Pelopor
56     Elizabeth Stanton & Susan B. Anthony (1815 & 1820), Aktivis
55     George Eliot (1819), Penulis
54     Queen Victoria (1819), Pemimpin
53     Harriet Tubman (1820), Aktivis
52     Florence Nightingale (1820), Penyembuh
51     Elizabeth Blackwell (1821), Penyembuh
50     Emily Dickinson (1830), Penulis
49     Victoria Woodhull (1838), Aktivis
48     Mary Cassatt (1844), Seniwati
47     Ida Tarbell (1857), Aktivis
46     Emmeline Pankhurst (1858), Aktivis
45     Jane Addams (1860), Aktivis
44     Marie Curie (1867), Pelopor
43     Madam C. J. Walker (1867), Pelopor
42     Emma Goldman (1869), Aktivis
41     Maria Montessori (1870), Pelopor
40     Julia Morgan (1872), Seniwati
39     Margaret Sanger (1879), Aktivis
38     Jeannette Rankin (1880), Pelopor
37     Helen Keller (1881), Penemu
36     Virginia Woolf (1882), Penulis
35     Coco Chanel (1883), Seniwati
34     Eleanor Roosevelt (1884), Pemimpin
33     Karen Horney (1885), Penyembuh
32     Georgia O'Keeffe (1887), Seniwati
31     Amelia Earhart (1897), Pelopor
30     Golda Meir (1898), Pemimpin
29    Martha Graham (1899), Seniwati
28    Margaret Mead (1901), Pelopor
27     Barbara McClintock (1902), Pelopor
26     Grace Murray Hopper (1906), Pelopor
25     Rachel Carson (1907), Aktivis
24     Katharine Hepburn (1907), Seniwati
23     Simone de Beauvoir (1908), Penulis
22     Mother Teresa (1910), Pemimpin Spiritual
21     Lucille Ball (1911), Seniwati
20     Julia Child (1912), Pelopor
19     Rosa Parks (1913), Aktivis
18     Mildred "Babe" Didrikson Zaharias (1914), Atlit
17     Indira Gandhi (1917), Pemimpin
16     Katharine Graham (1917), Penulis
15     Betty Friedan (1921), Aktivis
14     Margaret Thatcher (1925), Pemimpin
13     Joan Ganz Cooney (1929), Pelopor
12     Sandra Day O'Connor & Ruth Bader Ginsburg (1930 & 1933), Pelopor
11     Barbara Walters (1931), Pelopor
10     Toni Morrison (1931), Penulis
9     Muriel Siebert, dilahirkan 1932, Pelopor
8     Gloria Steinem (1934), Aktivis
7     Billie Jean King (1943), Atlit
6     Aung San Suu Kyi (1945), Aktivis
5     Sally Ride & Eileen Collins (1951 & 1957), Pelopor
4     Oprah Winfrey (1954), Pelopor
3     Jane Campion (1954), Seniwati
2     Madonna (1958), Seniwati
1     Maya Lin (1959), Seniwati (04/01).

 
 

Sumber: http://womenshistory.about.com/od/lists/tp/top_100_women.htm dan berbagai sumber lainnya.

READ MORE - 100 Wanita Top Sepanjang Milenium

Sekilas Mengenai Gerakan Children of God

Krisis kepercayaan terhadap agama sejak 1960-an di Amerika menyuburkan tumbuhnya berbagai gerakan sekte keagamaan baru yang menjanjikan penyelamatan di hari kiamat. Salah satu dari gerakan keagamaan dan sekte tersebut adalah Children of God. Gerakan keagamaan yang belakangan dikenal sebagai Family of Love (FOL), dan The Family, adalah sebuah gerakan sekte keagamaan yang dimulai pada 1968 di Huntington Beach, California, Amerika Serikat. Gerakan ini merupakan bagian dari Jesus Movement (Gerakan Yesus)  yang muncul di sekitar 1960-an yang sebagian besar anggotanya berasal dari gerakan hippie.  Gerakan ini adalah salah satu dari banyak gerakan lainnya yang membangkitkan kontroversi sekte dalam kurun waktu 1970 hingga 1980 di Amerika Serikat dan Eropa (Bromley and Newton, 1994 : 27).

Kehadiran Children of God tidak dapat dipisahkan dengan kiprah pendirinya yaitu David Berg  sebagai seorang misionaris dengan pemikiran-pemikirannya yang radikal yang kadang-kadang bersebrangan dengan ajaran gereja pada umumnya. Sebelum membentuk Children of God, ia berkali-kali keluar masuk berbagai kelompok keagamaan.

Awal karir David Berg dimulai dengan menjadi seorang pendeta Christian and Missionary Alliance (C&MA)  pada 1948 di Valley Farms, Arizona, Amerika Serikat. Karirnya di C&MA tidak bertahan lama ia kemudian dikeluarkan dari C&MA pada 1954 (http://religiousmovements.lib/). Alasan dikeluarkannya David berg adalah karena konsep pengajaran dan pelayanannya yang radikal berlawanan dengan kebijakan C&MA di mana ia menuntut setiap pengikutnya untuk menyerahkan diri meninggalkan semuanya, hidup sederhana dan berkorban sepenuhnya untuk melayani Yesus dan hidup dalam commune atau yang dikenal juga dengan sebutan koloni. Cara ini merupakan suatu bentuk pengisolasian bagi para pengikut suatu gerakan sekte keagamaan untuk hidup bersama dan meninggalkan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah keduniawian.

Comunne dalam hal ini merupakan metode yang digunakan oleh banyak gerakan sekte keagamaan untuk mengisolasi para pengikutnya dari dunia luar sehingga mereka hanya menggantungkan dirinya pada pimpinan gerakan keagamaan atau sekte saja. Metode ini kemudian diadopsi oleh gerakan sekte keagamaan COG. Selain digunakan oleh gerakan COG, metode pengisolasian ini juga digunakan oleh beberapa gerakan sekte keagamaan lain seperti Branch Davidian dan Kuil Rakyat di Amerika.

David Berg kemudian bergabung dengan pelayanan Texas Soul Clinic (TSC) pimpinan Pendeta Fred Jordan di Florida pada 1954. Texas Soul Clinic kemudian digunakan sebagai pusat gerakan Children of God selama hampir dua tahun. Namun, tidak lama berselang, pada 1957 ia dikeluarkan dari Texas Soul Clinic. Alasan pengusiran ini dikarenakan berbagai pemberitaan negatif mengenai gerakan Children of God di berbagai media. Setelah dikeluarkannya David Berg dari TSC, ia mulai lebih aktif melayani para hippies. Ia dan beberapa kelompok Injili dan Pentakosta  atau Kharismatik  melakukan misi penginjilan untuk menobatkan para hippies tersebut dan mengembalikan mereka kepada Yesus. Kaum hippies yang menerima misi penginjilan tersebut kemudian dikenal sebagai Jesus Movement atau disebut juga Jesus People (Bromley and Newton, 1994: 25).
 
David Berg dalam hal ini termasuk sebagai pendeta yang melayani Jesus People tersebut, namun berbeda dengan gerakan Evangelical (Injili),   David Berg kemudian “mengawinkan” kebebasan perilaku hippies dengan iman Kristiani. Ia memasukkan budaya hippies yang mempraktekkan seks bebas dan pemberontakan kepada masyarakat itu ke dalam gerakan yang dipimpinnya. Pada 1969 mulai terjadi kristalisasi ajarannya, ia mendirikan gerakan sendiri dengan nama Children of God (COG) dan menekankan kehidupan dalam commune mengadaptasi kehidupan kelompok hippies, namun lebih radikal karena memerintahkan seluruh pengikutnya untuk memutus ikatan dengan orang tua dan segala ikatan organisasi lainnya. Dalam tubuh COG, David Berg mengajarkan Alkitab sesuai faham evangelical namun seperti telah dikatakan sebelumnya, ia mencampurnya dengan pola hidup hippies yang menekankan ayat yang berbunyi: “Dan semua orang yang telah menjadi percaya telah bersatu, segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama” (Kisah Para Rasul, 2001  2:44).

Ayat ini ditafsirkan bukan saja menyangkut penyerahan harta benda tetapi juga penyerahan “tubuh daging” mereka, dari pemahamannya ini dihasilkan ajaran mengenai sexual sharing di mana para anggota commune bebas melakukan hubungan seksual dengan sesama anggota sekalipun hubungan pernikahan tetap diakui. Banyak orang melihat praktek ini sebagai pembenaran akan dosa seksual yang dilakukan David Brandt Berg dengan berpoligami. Untuk memperluas jangkauan pelayanannya, pada 1976 dipopulerkan sebuah metode yang dikenal dengan istilah flirthy fishing  yang dianggap bagian dari ajaran Yesus agar menjadi penjala orang seperti tertulis dalam Injil Matius: “Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”” (Matius, 2001 4:19). Flirty fishing adalah metode menjala dengan lirikan dengan menggunakan seks untuk memperlihatkan kasih Allah dan memenangkan anggota baru untuk mendapatkan dukungan. Praktik ini akhirnya dihentikan pada 1987 (Kent, 2000:56-78).

Dalam metode flirthy fishing, kaum perempuan COG dianjurkan untuk mendekati calon petobat dengan keramahtamahan termasuk daya tarik seks dan hubungan seksual agar mereka tertarik bergabung. Praktek ini memang banyak mendatangkan pengikut baru dan juga mendatangkan pemasukan dana karena sering juga mereka melakukan itu dengan menerima uang untuk mendanai misi mereka.

Children of God merupakan gerakan sekte keagamaan yang menyempal dari ajaran Kristen sebagai bentuk pemberontakan terhadap masyarakat kapitalis yang individualistis, serta melawan budaya yang sudah mapan yang digerakkan oleh seorang tokoh yang sentral yaitu David Berg. Aliran ini mengajak pengikutnya untuk kembali kepada akar ajaran Yesus yang murni dan menganggap ajaran agama selain Kristen adalah sesat. Gerakan ini tumbuh dan melebarkan sayapnya di berbagai negara dengan membawa pesan keselamatan dan milenarianisme.
Dari penjelasan diatas, timbul suatu permasalahan mengenai kehadiran gerakan sekte keagamaan COG yaitu mengapa sebuah gerakan sekte keagamaan COG yang menyimpang dari ajaran gereja pada umumnya, dapat masuk ke Indonesia dan diterima oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Di Indonesia, gerakan sekte keagamaan Children of God masuk melalui kedatangan wisatawan asing ke kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Bali, Ujung Pandang, dan kota-kota lainnya (Pos Kota, 1984, No.12).  Akan tetapi, gerakan sekte COG di Indonesia hanya memfokuskan gerakannya di beberapa kota di Pulau Jawa yaitu Bandung, Jakarta dan Semarang.

Dalam proses penyebarannya, gerakan Children of God menitikberatkan perekrutan anggota dari kalangan remaja baik pria maupun wanita khususnya para pelajar dan mahasiswa yang sedang “kesepian”. Namun dalam perjalanannya, gerakan ini ternyata tidak hanya merangkul para remaja saja, mereka juga merangkul siapa saja yang merasa “kesepian dan merindukan kasih” (Tempo, 1984, No.01:71).

READ MORE - Sekilas Mengenai Gerakan Children of God

Pemakaman Tentara NAZI di Bogor

Tugu Pahlawan Jerman, Arca Domas yang terletak di Kampung Arca Domas, Desa Sukaresmi, Kec. Megamendung, Kab. Bogor adalah sebuah kompleks yang terdiri dari sebuah tugu dan tanah pekuburan dengan sepuluh makam tentara Jerman dengan nisan berbentuk salib besi berwarna putih salju. Delapan nisan masih dikenal namanya, sementara dua lagi sudah tidak dapat dikenali dan tidak bernama. Para prajurit yang dikuburkan di situ adalah para pelaut muda di masa Perang Dunia II yang datang ke Jawa dengan menggunakan kapal selam (U-Boot).

Tanah tempat dibangunnya makam tentara Jerman ini mulanya adalah milik dua orang Jerman bersaudara, yaitu Emil dan Theodor Hellferich. Mereka membeli tanah seluas 900 hektare dan kemudian dan membangun pabrik dengan keuntungan dari perkebunan teh. Pabrik teh yang dibangun di sini dilengkapi dengan kabel pengangkut untuk membawa daun teh dari perkebunan ke pabrik.

Kakak tertua dari dua bersaudara ini yang bernama Karl Helfferich, adalah mantan wakil perdana menteri di bawah Kekaisaran Jerman-Austria. Karena itulah kedua orang saudaranya kemudian membangun sebuah monumen untuk memperingati Deutsch-Östasiatisches Geschwader (Armada Jerman Asia Tenggara) yang dipimpin oleh Admiral Graf Spee yang ditenggelamkan oleh tentara Britania. Di monumen tersebut ditulis kata-kata dalam bahasa Jerman yang berbunyi: "Untuk para awak Armada Jerman Asia Tenggara yang pemberani 1914. Dibangun oleh Emil dan Theodor Helfferich." Sebagai penghargaan pada agama tua yang telah ada di Jawa, mereka juga membangun patung Buddha dan Ganesya di kedua sisi monumen itu.

Tugu ini diresmikan pada 1926 ketika kapal penjelajah Jerman "Hamburg" berkunjung ke Jawa. Seorang perwira muda kapal itu, Hans-Georg von Friedeburg, menulis tentang upacara itu dalam bukunya yang berjudul 32 000 Seemeilen auf blauem Wasser: Erlebnisse auf der Weltreise des Kreuzers 'Hamburg' (32.000 mil laut di laut biru: Pengalaman dalam perjalanan keliling dunia dengan kapal penjelajah "Hamburg").

Taman makam pahlawan Jerman ini dipelihara oleh Organisasi Perawatan Taman Makam Pahlawan Jerman. Karena peraturan pemerintah Indonesia, tanah Arca Domas ini tidak dapat dibeli oleh pemerintah Jerman.
Setiap tahun pada Hari Pahlawan, sejumlah kecil orang Jerman datang ke taman ini untuk mengadakan upacara kebaktian guna memperingati perdamaian dan para korban perang.


Gambar 1 : Pemakaman tentara-tentara Nazi tampak dari depan



Luas areal pemakaman yang diteduhi pohon kamboja ini, kira-kira 300 m2. Sekeliling makam ditumbuhi tanaman pagar setinggi satu meter. Pintu masuknya dihalangi pagar bambu. Dekat pintu masuk, berdiri tugu peringatan Deutscher Soldatenfriedhof yang dibangun Kedubes Republik Federal Jerman di Jakarta untuk menghormati prajurit Jerman yang gugur.


Tugu Pahlawan Jerman, Arca Domas adalah sebuah kompleks yang terdiri dari sebuah tugu dan tanah pekuburan dengan sepuluh makam tentara Jerman dengan nisan berbentuk salib besi berwarna putih. Dari batu-batu nisan ini dapat diketahui bahwa para tentara Jerman yang dimakamkan di situ diperkirakan meninggal dunia pada tahun 1945. Bentuk salib nisannya menyerupai tanda tambah dan sangat besar dan berbeda dengan salib Belanda. 


Mereka yang dimakamkan adalah Komandan U-195 Friederich Steinfeld dan awak U-195, Dr Heinz Haake. Lainnya adalah pelaut Jerman, Willi Petschow, W. Martens, Wilhelm Jens, Hermann Tangermann, Willi Schlummer, Schiffszimmermann (tukang kayu kapal laut) Eduard Onnen. Dua nisan terpisah adalah makam tentara tidak dikenal (Unbekannt).





Gambar 2: Beberapa makam tentara NAZI

READ MORE - Pemakaman Tentara NAZI di Bogor

Goth??? Siapakah Mereka

Gutans, mungkin anda akan terheran-heran dengan kata tersebut. Sebuah kata yang asing di telinga kita karena kata tersebut memang bukan berasal dari bahasa yang kita kenal. Gutans adalah sebuah kata dari bahasa Gothik yang menunjukkan sebuah suku yang berperang dengan Kekaisaran Romawi pada sekitar abad III dan IV Masehi. Gutans yang dimaksud dalam hal ini tidak lain merujuk kepada sebuah bangsa yang dikenal dengan nama Goth. Dalam kesempatan kali ini, saya mencoba memaparkan seklias mengenai bangsa ini dimulai dari perkembangannya, kepercayaan yang dianut dan bahasa yang digunakan.

Sekitar Abad ke-3, setidaknya terdapat dua kelompok yang tergolong kedalam bangsa Goth yaitu Thervingi dan Greuthungi. Diketahui bahwa Thervingi pernah menyerang Kekaisaan Romawi pada tahun 263 M dan empat tahun setelahnya tepatnya pada tahun 267 M mereka menaklukan Byzantium. Namun, kemenangan beruntun dalam kurun waktu tujuh tahun tersebut sirna setahun setelah mereka menaklukan Byzantium. Pada Tahun 268 M terjadi sebuah pertempuran yang dikenal dengan sebutan Pertempuran Naissus, dalam peperangan kali ini Thervingi mengalami kekalahan dan kembali ke tepi utara Sungai Donau pada tahun 271 M. Di wilayah ini mereka kemudian bermukim dan mendirikan kerajaan yang berpusat di bekas Provinsi Romawi yaitu di daerah yang bernama Dacia. Sekitar abad V dan VI Goth terpecah menjadi Visigoth dan Ostrogoth dan menguasai daerah yang sekarang menjadi Italia, Spanyol, dan Portugal.

• Visigoth dan Ostrogoth
Visigoth dan Ostrogoth adalah salah 2 cabang suku Goth yang tinggal di Eropa pada akhir kekuasaan Kekaisaran Romawi. Raja Visigoth yang paling terkenal adalah Alaric I, yang berhasil menaklukkan Roma pada 410 Masehi. Setelah kejatuhan Kekaisaran Romawi, Visigoth memegang peran penting di Eropa barat selama dua setengah abad. Suku Goths bermukim di Dacia sampai 376 M, ketika salah satu pemimpin mereka, Fritigern, memohon kepada Kaisar Romawi yaitu Valens agar mereka dapat tinggal di tepi selatan Sungai Donau sedangkan Suku Ostrogoth di utara Laut Hitam, antara sungai Donau dan Dniepr, sekarang Rumania, Moldova, dan Ukraina barat. Di sini mereka berlindung dari suku Hun. Namun daerah ini dilanda Kelaparan dan Roma tidak mau memberi makanan. Mereka kemudian memberontak selama 6 tahun, dan dalam Pertempuran Adrianople (378 M), mereka membantai tentara Romawi dan membunuh kaisar Valens. Kaisar yang baru, Theodosius I, berdamai dengan para pemberontak. Perdamaian ini bertahan sampai Theodosius meninggal pada 395 M. Tahun itu, raja Visigoth Alaric I naik tahta, sementara Theodosius digantikan oleh anak-anaknya Arcadius di timur dan Honorius di barat. Alaric menyatakan perang dan menaklukkan Roma pada 24 Agustus 410 M, dan ibukota Romawi dipindahkan ke Ravenna. Beralih ke Suku Ostrogoth, mereka ditaklukkan oleh suku Hun sekitar tahun 370 M, dengan pemimpinnya Ermanaric melakukan bunuh diri pada 378 M. Mereka kemudian tinggal bersama-sama di daerah Balkan bersama suku Hun. Setelah kematian Attila pada 453 M, suku Ostrogoth memerdekakan diri dalam Pertempuran Nedao pada 454 M yang dipimpin oleh Theodemir. Theodoric, anak Theodemir, kemudian menjadi raja Ostrogoth. Ia dilahirkan sekitar tahun 454 dan dibesarkan di Constantinople.


Visigoth Capel

Kingdom of Visigoth

• Kepercayaan Yang Dianut
Untuk Masalah keyakinan, Bangsa Goth memeluk sebuah aliran yang dikenal dengan nama Arianisme. Sebelumnya mereka menyembah Dewa perang Mars. Arianisme adalah sebuah pandangan kristologis yang dianut oleh para pengikut Arius, seorang presbiter Kristen yang hidup dan mengajar di Alexandria, Mesir, pada awal pada awal abad ke-4. Arius mengajarkan bahwa berbeda dengan Allah Bapa, Allah Anak, tidak sama-sama kekal dengan Sang Bapa. Ia mengajarkan bahwa Yesus sebelum menjelma adalah makhluk ilahi, namun ia diciptakan oleh Sang Bapa pada suatu saat tertentu -- dan oleh karenanya statusnya lebih rendah daripada Sang Bapa. Sebelum penciptaan-Nya itu, Sang Putra tidak ada. Dalam bahasa yang lebih sederhana, kadang-kadang dikatakan bahwa kaum Arian percaya bahwa Yesus, dalam konteks ini, adalah suatu "makhluk". Kata yang digunakan dalam pengertian aslinya adalah "makhluk ciptaan."

Konflik antara Arianisme dan keyakinan Trinitarian adalah konfrontasi doktriner besar pertama dalam Gereja setelah agama Kristen dilegalisasikan oleh Kaisar Konstantin I. Kontroversi tentang Arianisme ini meluas hingga sebagian besar dari abad ke-4 dan melibatkan sebagian terbesar anggota gereja, orang-orang percaya yang seerhana dan para biarawan, serta para uskup dan kaisar. Sementara Arianisme memang selama beberapa dasawarsa mendominasi di kalangan keluarga Kaisar, kaum bangsawan Kekaisaran dan para rohaniwan yang lebih tinggi kedudukannya, pada akhirnya Trinitarianismelah yang menang secara teologis dan politik pada akhir abad ke-4. dan sejak saat itu telah menjadi doktrin yang praktis tidak tertandingi di semua cabang utama Gereja Timur dan Barat. Arianisme, yang diajarkan oleh misionaris Arian Ulfilas kepada suku-suku Jermanik, memang bertahan selama beberapa abad di antara sejumlah suku Jermanik di Eropa barat, khususnya suku-suku Goth dan Longobard tetapi sejak itu tidak memainkan peranan teologis yang penting lagi.

• Bahasa Gothic
Bahasa Gothik (gutiska razda) adalah sebuah bahasa Jermanik yang sudah punah dan dipertuturkan oleh bangsa Goth dan terutama kaum Therving. Bahasa ini terutama diketahui dari Codex Argenteus, sebuah salinan naskah dariabad ke-6 dari naskah asli yang berasal dari abad ke-4 dan merupakan sebuah terjemahan Alkitab. Naskah ini merupakan satu-satunya bahasa Jermanik Timur dengan korpus yang besar. Yang lain-lain, termasuk bahasa Burgundia dan bahasa Vandal hanya diketahui, itupun jika bisa, dari nama-nama pribadi saja yang tercatat pada laporan sejarah. Sebagai sebuah bahasa Jermanik, bahasa Gothik merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini merupakan bahasa Jermanik yang tercatat paling awal, namun tidak memiliki turunan modern. Dokumen tertua dalam bahasa Gothik berasal dari abad ke-4. Bahasa ini menjadi merosot semenjak pertengahan abad ke-6, antara lain karena kekalahan militer kaum Goth oleh kaum Frank, eliminasi kaum Goth di Italia, masuknya kaum Goth secara massal ke agama Katolik Roma yang sebelumnya beragama Arianisme, dan keterpencilan geografis.

Bahasa ini bisa hidup sampai abad ke-8 di Spanyol dan penulis Frank Walafrid Strabo menulis bahwa bahasa ini masih dipertuturkan di daerah Donau hilir dan beberapa tempat pegunungan terpencil di Semenanjung Krim pada awal abad ke-9. Keberadaan korpus-korpus yang cukup awal ini membuat bahasa ini sangat penting dalam ilmu perbandingan bahasa. Nama asli bahasa ini tidak diketahui namun rekonstruksi *gutiska razda didasarkan pada Jordanes Gothiskandza (dibaca sebagai gutisk-andja yang artinya "akhir (atau batas) Gothik"). Sementara itu razda "bahasa" ditemukan pada misalkan Matius 26:73.

Di bawah disajikan sebuah contoh bahasa Gotik. Yang diambil adalah doa Bapa Kami yang diterjemahkan secara harafiah ke dalam bahasa Indonesia

Bahasa Gothik:
o Atta unsar, þu in himinam, weihnai namô þein. Qimai þiudinassus þeins. Waírþai wilja þeins, swê in himina jah ana aírþai. Hlaif unsarana þana sinteinan gif uns himma daga. Jah aflêt uns þatei skulans sijaima, swaswê jah weis aflêtam þaim skulam unsaraim. Jah ni briggais uns in fraistubnjai, ak lausei uns af þamma ubilin. Unte þeina ist þiudangardi jah mahts jah wulþus in aiwins.

Terjemahan harafiah
Bapa kami, Engkau di Sorga, terpujilah Nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu, seperti di Sorga dan di Bumi. Roti kami setiap hari, berikanlah kami hari ini. Dan ampunilah kami, orang bersalah, seperti kami mengampuni yang bersalah pada kami. Dan jangan bawa kami ke percobaan, namun bebaskan kami dari yang jahat. Sebab milik-Mu lah Kerajaan dan Kekuasaan dan Kemuliaan secara abadi.


Sumber
Dirangkum dari berbagai Sumber


READ MORE - Goth??? Siapakah Mereka

Monster dalam Mitologi Yunani Kuno (Part I)

Mitologi Yunani takkan lengkap tanpa kehadiran legenda monster-monster. Kadang-kadang seseorang hanya menjadikan mitologi dewa-dewa dan monster-monster tersebut sesuatu yang hanya untuk mendapatkan daya tarik saja. Mitologi tentang makhluk-makhluk yang akan anda temui hanya sedikit dari kebanyakan yang dikenal sepanjang mitologi Yunani Kuno. Seperti halnya mitologi tentang monster pada cerita anak-anak, kebanyakan dari monster dalam cerita anak-anak tersebut telah digunakan untuk membuat mitologi lebih menarik dan untuk menanamkan ketakutan dalam setiap orang yang mengikutinya.


Rata Penuh· Chimaera

Dalam mitologi Yunani kuno dikenal sebuah makhluk yang dikenal dengan nama Chimaera. Makhluk ini merupakan anak perempuan dari Typhon dan Echidna. Tapi Chimaera sebagai gadis kecil sebenarnya tidak dalam artian yang ‘kecil’, Chimaera adalah sesosok fire-breathing monster dengan kepalanya yang menyerupai kepala singa, memiliki tubuh menyerupai kambing dan berbuntut ular. Hal ini dapat disimpulkan bahwa secara visual ia sangat menakutkan, ia memainkan perannya dengan baik dalam meneror orang-orang di Lycia. Hal yang paling populer darinya diangkat dari mitologi tentang Bellerophon.

Bellerophon, dikenal sebagai sesosok yang berperan untuk menjinakkan Pegasus yang masih liar. Petualangannya dimulai ketika ia dengan tidak sengaja membunuh saudara laki-lakinya (beberapa mitologi menyebutkan bahwa ia bukan merupakan saudara kandungnya melainkan sesosok orang yang kejam). Tanpa menghiraukannya, melihat dari pembunuhan tersebut, ia mengasingkan diri dari tanah kelahirannya dan pergi ke sebuah kota bernama Argos untuk membersihkan dan menebus kesalahannya tersebut. Raja Argos, Proetus, menyambut kedatangan Bellerophon yang masuk dalam kerajaannya yang kemudian raja tersebut mengampuni dan membersihkannya dari tragedi pembunuhan tersebut.

Semuanya berjalan dengan sangat baik bagi seorang Bellerophon namun seuanya berakhir ketika istri dari Raja Argos jatuh cinta kepadanya. Dengan mempertaruhkan kehormatannya sebagai seorang laki-laki, ia kemudian membuat kecewa sang ratu dengan menolak cintanya. Kekecewaanya tersebut dialihkan dengan membuat pernyataan palsu. Ia berkata kepada suaminya bahwa Bellerophon mencoba untuk memperkosanya. Sudah pasti Raja Argos sebagai suaminya tidak dapat membiarkan kejahatan ini berjalan tanpa hukuman, tetpi ia disatu sisi sang raja sangat menyukai Bellerophon untuk tetap tinggal dalam kerajaannya. Pada satu sisi Bellerophon sebagai tamu dalam kerajaannya; hal tersebut akan mematahkan hukum dalam etika penerimaan tamu dalam sebuah kerajaan jika sang raja menghukumnya dengan hukuman mati. Kemudian beliau memiliki ide untuk mengirim Bellerophon ke pada kerajaan ayahnya dengan sebuah surat bersegel yang meminta untuk menghukum mati Bellerophon.

Bellerophon membiarkan Raja Argos sebagai seorang raja di Proetus dan mengikuti perintahnya untuk perdi ke Lycia yang disambut dengan hangat oleh Raja Iobates. Kemudian beliau mengadakan perjamuan untuk menyambut kedatangannya tersebut kira-kira dalam seminggu berturut-turut sebelum menyampaikan apa yang ada dalam surat yang diberikan oleh Raja Argos bersamanya. Ketika ia membukanya dan melihat sendiri apa yang tertulis, ia tetap berada dalam posisinya yang sulit seperti ketika ia berada di Proetus. Raja Argos tidak menginginkan darah dari Bellerophon di tangannya, jadi ia memerintahkan Bellerophon untuk memburu Chimaera, yang telah mengganggu kerajaannya dalam beberapa waktu.

Sang raja telah memperhitungkan bahwa Bellerophon dipastikan akan kalah dalam memburu Chimaera. Monster ini dikenal tidak memiliki belas kasihan dan menghancurkan apapun yang berada di penglihatannya. Ratusan prajurit saja dapat dikatakan sulit unutk mengalahkannya. Seorang anak muda seperti Bellerophon diyakini tidak memiliki kesempatan untuk menang melawannya. Akan tetapi, Bellerophon merupakan pawang dari pegasus-pegasus liar, jadi ia tidak sendirian dalam pertarungannya. Bellerophon menggunakan pegasus untuk terbang menghindari serangan Chimaera yang menyemburkan semburan api yang keluar dari mulutnya (senjata ini dipercaya sebagai senjata andalan dari Chimaera).

Bellerophon yang terbang dengan pegasus menukik kebawah hingga berada tepat diatas Chimaera, dan kemudian menghujaninya dengan panah-panah sebelum ia memperoleh kesempatan untuk menyerang. Bellerophon telah berhasil dalam misinya yang fenomenal ini dan kemudian kembali untuk menghadap King Iobates dengan membawa kabar bahwa monster tersebut telah ia taklukkan.


Salah satu contoh visualisasi dari Chimaera


· Minotaur

Jika anda ingat, Raja Minos dan Poseidon pernah berencana untuk menyembelih seekor sapi yang ‘indah’ sebagai hewan kurban. Kemudian Poseidon mengirimnya kepada Minos sebagai orang yang layak dalam kurban tersebut. Tetapi Minos sangat terpikat oleh ‘keindahan’ sapi tersebut sehingga ia menggagalkan untuk mengorbankan sapi tersebut. Selain Minos, istrinya, Pasiphae, juga menyukainya. Faktanya pasangan suami istri ini tertarik dan menyukai sapi tersebut. (Beberapa mitologi menyebutkan bahwa Poseidon sebetulnya berperan akan kecintaan Pasiphae terhadap sapi tersebut. Poseidon membuat Pasiphae ‘jatuh cinta’ terhadap sapi tersebut untuk membujuk Minos agar tidak menyembelihnya untuk di kurban-kan.)

Pasiphae memerintah seorang arsitektur handal bernama Daedelus untuk membangun sebuah cekungan seperti lembah yang menyerupai bentuk lembu. Ia bersembunyi dalam cekungan tersebut bersama dengan sapi kesayangannya tersebut. Terdapat sebuah norma dalam beberapa miotolgi, diketahui Pasiphae telah hamil dari hasil perkawinannya dengan sapi tersebut dan anaknya diberi nama Minotaur. Minotaur adalah sebuah makhluk yang berbadan manusia namun berkepala sapi.

Tidak tahu harus berbuat apa terhadap makhluk tersebut, Minos akhirnya mengmbil keputusan untuk meminta pertolongan kepada Daedelus (dia sebenarnya yang bertanggung jawab dan berperan penting atas kehadiran Minotaur). Minos memerintahkan Daedelus untuk membangun sebuah gua yang besar di bawah tanah untuk dijadikan rumah bagi Minotaur.

Daedelus menjalankan perintah dari Minos dan kemudian membangun sebuah labyrint yang sangat rumit sehingga tidak ada satu orang pun dapat menemukan jalan kembali dan terjebak didalamnya – ini merupakan sebuah penjara bagi Minotaur. Terasing dalam gua bawah tanahnya, Minotaus hidup dengan tidak bisa berbuat banyak dalam pengembaraannya didalam gua tersebut, dalam memperoleh makanan, ia hanya dapat memakan apa yang berada dihadapannya saja.

Sementara itu, Minos telah menorehkan namanya dengan prestasinya sebagai seorang ekspansionis sekaligus penguasa. Ia menyatakan dirinya sebagai penguasa dari lautan, dan tetap memburu wilayah-wilayah baru.

Ia menyatakan perang dengan Athens karena anaknya yang bernama Androgeus tewas di Athens. Akan tetapi, Athens terlalu kuat bagi Raja Minos dan ia gagal merebut kota Athens, namun hal ini tidak menghentikannya. Ia terus memohon (sebagai anak dari Zeus, his prayers were usually well received) untuk suatu wabah yang dahsyat untuk menglahkan Athens.

Doanya tersebut kemudian dikabulkan dan Athens diserang dengan wabah yang sangat dahsyat, Raja Aegeus sebagai penguasa Athens hanya memiliki sedikit pilihan dengan mencoba untuk berunding dengan Minos. Raja Minos berkata bahwa wabah tersebut akan hilang jika Raja Aegeus membuat sebuah persembahan dengan mengorbankan empat puluh remaja disetiap tahunnya.

Setah berkonsultasi dengan Delphic Oracle, yang jug mengatakan bahwa hanya setelah membuat sebuah persembahan dengan mengorbankan remaja-remaja ditiap tahunnya maka wabah akan pergi, akhirnya Raja Aegeus menyetujuinya. Setiap tahunnya, Athens harus mengirim tujuh anak laki-laki dan tujuh anak perempuan kepada Raja Minos. Remaja-remaja ini akan dibuang ke gua bawah tanah sebagai makanan Minotaur. Minotaur adalah makhluk yang mengerikan, bukan karena ia telah menjelajahi dunia bawah tanah menghancurkan apa saja yang ada dihadapannya atau karena memburu siapa saja yang mengganggunya. Minotaur ditakuti karena memiliki kemampuan yang orang lain tidak memiliknya untuk lari dari labyrinth. Jadi kesempatan untuk bersembunyi dan lari dari labyrinth adalah sia-sia bagi para korban. Mereka pasti akan ditemukan oleh Mintaur dan akan menjadi santapannya.


Minotaur dalam mitologi Yunani kuno






Sumber:

Diterjemahkan dari buku dengan judul The Everything Classical Mytology Book: Greek and Roman Gods, Godesses Heroes and Monsters from Ares to Zeus dalam bab yang berjudul Monsters Madness yang ditulis oleh Lesley Bolton yang diterbitkan oleh Adam Media Corperation tahun 2002.


READ MORE - Monster dalam Mitologi Yunani Kuno (Part I)

Bahasa Gohic I

Berangkat dari banyak statement yang salah mengenai Gothic, dimana banyak orang sering menduga bahwa Gothic terkait dengan penganut satanism, kekerasan, suicidal, dan lain-lain. Selain itu banyak juga diantaranya orang-orang yang mengaku Gothic namun ternyata belum mengerti sama sekali bagaimana Gothic bisa mempengaruhi dunia hingga saat ini.

Seperti sudah diungkapkan pada postingan sebelumnya, Gothic sebagai sebuah bangsa telah membuat bangsa Romawi ‘kocar-kacir’. Gothic dilihat dari dimensi bahasa tergolong kedalam bahasa yang bisa dibilang sudah punah yang akan memberikan anada sebuah wawasan mengenai evolusi dari bahasa Jermanik dilihat dari zamannya. Gothic merupakan bahasa yang unik, yang hanya tercatat dengan baik pada bahasa Jermanik Timur. Gothic juga digunakan sebagai batu loncatn untuk mempelajari bahasa Latin atau Yunani, dimana beberapa prinsip yang mana merupakan sumbangan dari bahasa Gothic. Jika anda tertarik dengan sejarah dari bangsa Goth dan rumpun Jerman lainnya, bahasa gothic dapat digunakan untuk mempelajari lebih jauh mengenai Gothic.

Biar ga cuma jadi poser doang, yang cuma bisa tau kulitnya doang, yang terlihat dijalan-jalan dengan ‘style’ Victorian gothic, Medievel, Elizabethan, Corpse paint atau fusion fashion lainnya, ga ada salahnya kita bahas Gothic dilihat dari berbagai dimensinya yang luas. Kita juga harus tahu ‘daleman’ dari Gothic itu sendiri

Di postingan sebelumnya, cuma diangkat secara garis besar mengenai bahasa Gothic, nah sekarang gw coba buat nambahin kekurangannya….

So… EnjOoy…

· Gambaran Umum

Bahasa Gothic adalah bahasa yang digunakan oleh rumpun Jermanik kuno yang dikenal sebagai bangsa Goth. Seperti halnya bahasa Jerman, Gothic juga merupakan perpanjangan dari satu ‘keluarga’ yang sama seperti Jerman, Belanda, Swedia dan Inggris. Oleh karena hubungan dengan bahasa-bahasa tersebut, kita pasti akan menemukan beberapa kata yanag akan terlihat dan memiliki arti yang hampir sama dengan bahasa yang sekarang digunakan (hal ini disebut cognate). Sebagai sebuah bahasa Jermanik, bahasa Gothik merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini merupakan bahasa Jermanik yang tercatat paling awal, namun tidak memiliki turunan modern - satu-satunya cabang dari bahasa Jerman yang punah.

Meskipun ada fakta bahwa Gothic merupakan bagian dari satu ‘keluarga’ seperti Jerman dan Inggris, ada beberapa kata yang berinfleksi (atau mengalami perubahan pada akhir sebuah kata untuk menentukan artinya dalam sebuah kalimat) dari arti yang berasal dari sebuah kata yang biasa digunakan seperti halnya di Inggris. Selain itu, ada beberapa ciri-ciri unik dari akar kata bahasa Jermnik timur dimana tidak ditemukan di bahasa Jermanik yang lain. Dalam pengertiannya, hal tersebut lebih mendekati bahasa Latin.

Gothic sendiri, semula tertulis dalam sebuah variasi dari futhark (runes). Akan tetapi, hal tersebut akhirnya mengalami beberapa perubahan dalam abjadnya yang diciptakan oleh Gothic bishop yaitu Wulfilas, yang menjadi pendasar abjad dalam abjad Yunani, dengan beberapa naskah yang dimodifikasi dari abjad futhark kuno dan mungkin juga dari abjad Latin. Wulfilas kemudian menerjemahkan Bible kedalam bahasa Gothic, halaman-halaman dari terjemahan tersebut yang berhasil ditemukan, dan masih ada hingga sekarang ditulis dengan bahasa Gothic yang punah yang kita kitahui sekarang.

· Crimean Gothic

Bahasa Gothic yang asli secara pokok punah sebelum dark ages. Akan tetapi, di wilayah Crimean Ukraina, ada beberapa kelompok kecil yang menggunakan bahasa Gothic hingga abad ke-17. Sangat disayangkan dan juga mengherankan, dimana hanya ada sedikit yang mengetahui tentang Crimean Gothic dibandingkan dengan bahasa Gothic yang asli.

· Pelafalan dalam Bahasa Gothic

Secara umum pelafalan menunjuk kepada bagaimana sebuah kata diucapkan. Apapun bahasa yang kamu pelajari, pelafalan sangat penting. Untuk memahami bagaimana mengetahui arti dari sebuah kata, anda harus memahami konsep syllable. Contohnya kata ‘sentence’ memiliki dua syllabel (suku kata): “sen – tence”, dan ‘considered’ memiliki tiga suku kata: “con-sid-ered”.

Pelafalan dalam bahasa Gothic lebih mudah dibandingkan dengan bahasa Inggris. Dalam kata-kata yang sederhana, penekanan selalu pada suku kata pertama, hal ini tetap digunakan walaupun sebuah kata memiliki prefix/awalan atau suffix/akhiran. Gabungan kata,bagaimanapun, memiliki pelafalan yang berbeda. Jika elemen yang kedua dari sebuah kata merupakan kata benda atau sebuah kata sifat, tata bahasa untuk kata-kata yang sederhana harus tetap diikuti. Akan tetapi, dalam kata-kata dimana elemen kedua merupakan sebuah kata kerja, suku kata yang pertama dari elemen kedua adalah yang diberi penekanan.

· Abjad dalam Bahasa Gothic

Terdapat sekitar tiga naskah yang biasanya ditulis dengan bahasa Gothic. Yang pertama adalah abjad Ulfilan, yang diciptakan oleh Uskup Wufilas. Gothic juga ditulis dalam Elder Futhark , dan dalam tatabahasa utamanya digunakan abjad latin. (Belum ada informasi yang lengkap mengenai dua naskah yang lain). Jadi dalam bagian ini akan difokuskan pada penggunaan abjad Ulfin dan Latin.

· Konsonan (huruf mati)

Konsonan atau huruf mati – yang dibeberapa buku menjadi pusat perhatian – adalah semua huruf-huruf dalam abjad yang tidak mewakili bunyi huruf vokal. Berbeda dengan huruf vokal, konsonan memerlukan artikulasi berbagai bagian dari mulut dan bibir.

· Diphthongs

Ulfilas tidak pernah membedakan anatara beberapa diphthongs, jadi salah satu cara untuk mengingat pelafalan dari kata adalah mengingat kata yang digunakan dalam transliterasi Latin.

Anda juga harus memperhatikan, sejauh anda mengalami kemajuan dalam bahasa, ada beberapa kata yang akan berakhir tiba-tiba dengan nada tanpa sebuah huruf vokal.

· Angka

Seperti halnya Yahudi kuno dan Yunani kuno, huruf-huruf juga berhubungan dengan sejumlah angka. Dua kata-kata dari abjad Gothic juga digunakan untuk menegaskan mengenai angka-angka. Pembubuhan tanda pisah sebelum atau sesudah jumlah untuk membedakannya dari kata yang tunggal. Sekarang, hal tersebut tidak terlalu penting untuk mengetahui angka apa yang berhubungan dengan angka yang mana. Angka-angka ini aka diuraikan pada postingan yang lain.


To be Continued……




· Sumber :

- Lehmann, Winfred P.; Helen-Jo J. Hewitt (1986). A Gothic Etymological Dictionary. Leiden: E.J. Brill. pp. 164. ISBN 9004081763, 9789004081765.

- http://www.mysolitaryground.org/

- http://www.metalhubs.com/category/gothic-download/

- Jordanes; Charles C. Mierow, Translator (1997) (html). The Origins and Deeds of the Goths. Calgary: J. Vanderspoel, Department of Greek, Latin and Ancient History, University of Calgary. http://www.acs.ucalgary.ca/~vandersp/Courses/texts/jordgeti.html. Retrieved on 2008-09-05.

- http://en.wikibooks.org/wiki/Gothic

- http://en.wikibooks.org/wiki/Gothic/1/Accentuation

READ MORE - Bahasa Gohic I

Sumber-sumber dari Mitologi kuno (Part I)

Mitologi klasik menurunkan generasi melalui tradisi Lisan, nah kita tahu tradisi lisan sangat sulit untuk kita jangkau apalagi hal tersebut berada pada beberpa abad di belakang kita. Untungnya, kita sebagai manusia memiliki interpretasi dan imajinasi untuk merekonstruksi sebuah cerita dari sebuah peristiwa dan menuliskannya ke dalam sebuah laporan. Pada bagian ini saya mencoba memperkenalkan kepada kalian mitologi-mitologi klasik yang dapat dijadikan sebuah kajian dan juga wawasan tentunya.

Dibawah ini saya akan mencoba menjelaskan mengenai beberapa sumber dari mitologi kuno tersebut. Sebagai sesama manusia yang masih dalam tahap pembelajaran, kita juga pasti memiliki kesalahan-kesalahan mengenai persepsi. Oleh karena itu, saya membutuhkan kritik dan saran membangun mengenai tema yang akan dibahas.
EnjOoiiiiiiiii……………………..


•Homer
Anda tidak akan pernah belajar tentang mitologi klasik tanpa pernah mendengar sebuah nama yaitu Homer. Homer merupakan seorang yang terpandang dan memiliki nama besar pada zamannya. Ia tidak hanya sebagai pujangga besar dari dunia lama, tetapi juga merupakan salah satu seniman terbaik – dan juga salah satu satu orang yang berpengaruh – di dunia literatur.

• Homer diantara Kenyataan dan Mitos
Yang menjadi pertayaan adalah, apakah Homer benar-benar ada? Pertanyaan ini telah menjadi perdebatan para sejarawan, sarjana, dan masyarakat umum. Para Sejarawan sendiri melihat Homer berdasarkan sebuah temuan literatur dari makam Homer. Terlepas dari kontroversi keberadaan Homer, mari kita mengasumsikan bahwa popular teori mengenai keberadaan Homer tersebut memang benar dan ia pada faktanya merupakan penulis dari dua karya epik yang besar yaitu Iliad dan odyssey. Selain itu, masyarakat Yunani dan Romawi kuno mempercayai keberadaan Homer sebagai seorang manusia. Walaupun informasi mengenai tanggal dan tempat kelahiran beliau masih belum jelas, para sejarawan percaya bahwa ia lahir di suatu tempat sekitar tahun 750 SM.[1] Masyarakat Yunani Kuno percaya Homer adalah seorang tuna netra, mungkin hal ini disimpulkan dari satu sajaknya dimana ia berbicara dalam sebuah kebutaan.

Sajak-sajak epik dari Homer tidak bertipikal seperti sajak yang ada saat ini. The Iliad dan The Odyssey dimana keduanya kira-kira terdiri dari masing-masing 12.000 baris, dibutuhkan waktu beberapa malam untuk menyelesaikan keseluruhannya. Tetapi jika kamu berpikir dengan membaca sajak kuno dalam waktu yang lama tersebut sangat membosankan, cobalah pikirkan kembali. Terdapat dua sajak yang berbicara mengenai Trojan War (diuraikan secara detail yang diuraikan dalam 20 bagian), awal permulaan dari kehidupan orang-orang Yunani dan merupakan katalisator terbentuknya Roma. Karena fokus sajak seperti dalam peristiwa-peristiwa sejarah, dan karena Homer seperti seorang pendongeng, maka hal tersebut merupakan bagian integral dari kebudayaan Yunani. Pada faktanya, masyarakat Yunani menyatakan bahwa mereka telah memulai belajar dari pekerjaannya tersebut di sekolah pada sekitar tahun 400 SM.

Melalui pembelajaran yang ekstensif mengenai Homer, beberapa ahli teori memiliki sebuah persepsi mengenai ide bahwa Homer bukanlah pencipta tunggal dari semua pekerjaannya terlepas dari pertanyaan apakah Homer benar-benar ada atau hanya mitos belaka saja. Perdebatan ini terjadi disekitar para sarjana dan sejarawan, keduanya saling mempertahankan mengenai ide mereka mengenai pengarang dari karya yang mahsyur tersebut.

Satu teori mengatakan bahwa ada keterlibatan beberapa orang dalam pembuatan syair-syair tersebut dan keterlibatan tersebut pada akhirnya dihubungkan dengan Homer. Dari hal ini, hal tersebut keluar dari cabang kedalam perbedaan ide. Beberapa percaya Homer menyusun bagian pertama Odyssey dan ada seseorang atau beberapa orang yang ikut dalam pembuatannya. Sedangkan yang lain percaya bahwa tidak ada yang bernama Homer dan nama Homer merupakan mengacu kepada penyair secara umum, hal tersebut meliputi semua pengarang yang berbeda-beda. Pada saat ini ada teori lain bahwa Homer adalah sebuah nama yang menjelaskan siapa yang mengerjakan pekerjaan dari semua penulisan tersebut. Dengan membubuhkan namanya kedalam hal tersebut, ia akan mendapatkan penghargaan dari dunia kepengarangan.

Mengapa muncul semua keragu-raguan tersebut? kebanyakan dari hal tersebut dikarenakan semua pekerjaan-pekerjaan dari Homer sedang diteliti dengan cermat. Dengan membandingkan antara sajak yang satu dengan yang lainnya, terutama The Iliad dan The Odyssey, perbedaannya sangat jelas dan nyata. Dipastikan, terdapat dua sajak-sajak yang terpisah, tetapi jika pencipta sajak-sajak tersebut adalah orang yang sama, akankah akan terdapat sedikit persamaan? Perbedaan-perbedaan tersebut memisahkan dintara hal tersebut. Sebagai contohnya, penggunaan perbendaharaan kata diantara range. Dialek berubah diadalam pekerjaan yang sama. Perbedaan yang ekstrim dalam social setting dan kondisi menunjukkan kondisi saat ini, hal ini dapat disimpulkan bahwa ada dua pekerjaan yang dilakukan dalam dua periode yang berbeda. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada yang membuktikannya. Tetapi anda dapat bertaruh bahwa para sarjana tidak akan dapat beristirahat dengan tenang hingga misteri ini terungkap. Walaupun terdapat beberapa perbedaan mengarah kepada dasar sebagai keraguan dan sikap skeptis, kita tetap harus menghubungkan ilmu tentang mitologi klasik kepada Homer – tanpa mengurangi rasa hormat kita kepada penulis baik kelompok atau penulis tunggal yang lainnya.

• Hesiod
Kita tidak akan bisa membicarakan tentang Homer tanpa terebih dahulu membicarakan seseorang bernama Hesoid. Walaupun diperkirakan bahwa Hesiod hidup setelah Homer, sekitar tahun 700 SM. Hesiod kerapkali disebut sebagai Father of Greek Didactic Poetry. Sedangkan Homer dikenal dengan sajak epiknya, perbedaannya adalah sajak epik memiliki tipikal sebagai sajak dengan gaya narasi yang menceritakan kisah pahlawan atau sebuah peristiwa, sedangkan sajak didactic mengajarkan moral dan terkadang menyuguhkan hiburan.Sebelum kita mempelajari lebih jauh mengenai karya-karya dari Hesiod, ada baiknya kita mengetahui sedikit informasi mengenai latar belakangnya.


• Latar Belakang
Walaupun Hesiod acap kali diselimuti oleh misteri, kita tetap harus mengetahui sedikit mengenai kehidupannya. Kebanyakan yang kita ketahui mengenai Hesiod tentang kehidupannya didasarkan dan bersumber dari hasil karya-karyanya. Data yang terbaik yang diperoleh mengenai Hesiod adalah bahwa ia diperkirakan hidup sekitar tahun 700 SM di sebuah desa bernama Ascra sebuah desa di pusat wilayah Yunani. Sesuai dengan sajak-sajaknya, Hesiod pada masa mudanya adalah seorang penggembala dan tumbuh menjadi seorang petani miskin ketika ayahnya meninggal. Akan tetapi, Hesiod tidak seperti apa yang anda perkirakan, yang setiap hari bertani. Terlepas dari kecenderungannya setiap hari seperti diaungkapkan diatas, suatu hari Hesiod didatangi seseorang bernama Muses.[2] Ia menampakkan wujudnya dengan diselimuti oleh kabut yang misterius dan kemudian memberikan sebuah hadiah yang berhubungan dengan sajak-sajaknya dikemudian hari. Ia memerintahkan unutk menggunakannya untuk menyebarkan kata-kata mengenai keabadian tuhan. Hesiod kemudian menjalankan perintah tersebut. menghormati seorang Muses, dia melaksanakan tugasnya dengan menggunakan kemampuannya dengan baik. Apa yang terjadi mengenai kedatangan mistisnya tersebut merupakan salah satu karyanya yang terkenal yaitu Theogony and Works and Days.

Tidak ada yang mengetahui mengenai fakta mengenai kematian Hesiod. Akan tetapi, berdasarkan sebuah legenda, Hesiod dibunuh oleh seorang anak dari keluarga yang ia tumpangi ketika ia sedang berada dalam perjalanan. Akan tetapi, tidak ditemukan motif dari pembunuhan tersebut atau tanda-tanda yang ditinggalkan dari pembunuhan tersebut. jenazahnya kemudian dibawa kesebuah tempat bernama Orchmenus dan kemudian dibangun sebuah tugu peringatan untuk menghormatinya di tengah-tengah sebuah pasar.

• Karya-karya Hesiod
Seperti karya-karya Homer, Hesiod memiliki dua sajak yang terkenal – sajak-sajak tersebut pada tahun-tahun terakhir mengalami penurunan dan masih dipelajari seperti yang dialami juga oleh Homer. Sajak-sajaknya juga memunculkan perdebatan di beberapa kalangan, mengenai apakah benar bahwa Hesiod merupakan pengarang tunggal dari hasil karyanya tersebut. Namun tidak seperti Homer, kebanyakan dari para sarjana menyetujui bahwa nama Hesiod memang pernah ada di muka bumi bukan sebuah mitos dan juga meyakini bahwa ia adalah pengarang dari Theogony and Works and Days. Hanya beberapa bagian kecil saja dari hasil karyanya yang diperdebatkan.

1. Theogony
Theogony adalah karya yang pertama dari dua sajaknya yang terkenal dan disusun mengikuti perintah Muses. Inti dari sajak ini berkisah sekitar sejarah mengenai tuhan, dimulai dari penciptaan memberikan kita sebuah dasar yang kemudian dibangunnya sebuah cerita mengenai tuhan dan dewa-dewa. Tanpa cerita yang dihasilkan Hesiod mengenai penciptaan dan keberhasilan dalam tugasnya, kita mungkin tidak akan pernah mengetahui dasar dasar mitologi kuno sebagai sebuah kepercayaan.

2. Works and Days
Works and Days sedikit berbeda dengan Theogony. Sajak ini merefleksikan sebuah karya Hesiod yang mengajarkan pengetahuan dan moral. Works and Days esensinya adalah pertentangan dan perdebatan antara Hesiod dengan saudaranya mengenai pewarisanan dari tanah peninggalan ayah mereka, tetapi hal ini dibubuhi dengan dongeng dan mitos. Kaya dengan deskripsinya, karyanya ini memberikan kita keterangan mengenai ritual dan takhayul yang hidup pada masyarakat Yunani. Sebenarnya masih banyak lagi tokoh-tokoh dalam mitologi Yunani kuno seperti contohnya Aeschylus, Sophocles, Euripides, Virgil, dan Ovid yang dapat dijadikan sebagai bahan kajian. Namun terlalu panjang jika semuanya dibahas dalam satu chapter. Mungkin pada kesempatan lain dalam chapter yang berbeda saya akan mencoba untuk menceritakannya.


Sumber:

Diterjemahkan dari buku dengan judul The Everything Classical Mytology Book: Greek and Roman Gods, Godesses Heroes and Monsters from Ares to Zeus dalam bab yang berjudul Sources of Classical Mytologi yang ditulis oleh Lesley Bolton yang diterbitkan oleh Adam Media Corperation tahun 2002.

[1] Ada beberapa dugaan mengenai kota kelahiran Homer diantaranya Argos, Athens, Chios, Colophon, Rhodes, Salamis, dan Smyrna. Akan tetapi para sejarawan masih belum bisa menetapkannya.
[2] Muses adalah anak Zeus yang kesembilan sebagai dewa musik, sajak, literatur dan seni. Muses merupakan inspirasi dan pencerahan bagi para seniman.

READ MORE - Sumber-sumber dari Mitologi kuno (Part I)

Branch Davidian Part 2

Branch Davidian kemudian menjadi salah satu bagian dari kontroversi kehadiran sekte-sekte di Amerika. Namanya menjadi headline dalam berita-berita dengan peristiwa tewasnya 86 anggotanya yang hangus terbakar, 17 diantaranya adalah anak-anak dibawah umur.


Peristiwa ini berawal dari penyerbuan FBI, polisi federal Amerika Serikat ke markas besar Branch Davidian. Penyerbuan FBI ke markas besar Branch Davidian bukan tanpa alasan, FBI mengklaim bahwa sekte ini dicuragai menghimpun senjata dan amunisi gelap.

Sebenarnya jatuhnya korban yang begitu besar dapat dihindari, selama 51 hari markas sekte ini dikepung, berbagai upaya telah dilakukan sebelum akhirnya sebuah tank masuk ke markas sekte tersebut. Apa yang menyebabkan hal tersebut tidak bisa dihindari?

Inilah tampaknya contoh terbaru sekte keagamaan fanatik yang muncul di Amerika disekitar tahun 1960-1970an. Para pengikut sekte atau gerakan keagamaan bergantung kepada pimpinan sekte atau gerakan keagamaan sehingga mereka mau melakukan apa saja yang diperintahkan oleh pimpinannya. Seperti telah diketahui sebelumnya, David Koresh mengaku dirinya sebagai Yesus Kristus. Tampaknya itulah sebab mengapa para pengikutnya menggantungkan keseluruhan hidupnya hanya kepada pimpinannya saja. Oleh karena itu bagaimana pun kerasnya FBI untuk membujuk mereka tampaknya hanya akan menemui kegagalan, karena bagaimanapun jemaat Branch Davidian hanya akan patuh terhadap ucapan David Koresh.

“Mereka yakin akan mendapat hukuman dari Tuhan jika meninggalkan tempat itu,” tutur Ian Manning, yang dua saudara tirinya tewas terbakar.

David Koresh memang melakukan yang biasanya dilakukan oleh pemimpin sempalan yang mengultuskan pimpinannya, menarik garis tegas antara pengikutnya dengan masyarakat. Menurut Koresh, ia adalah orang suci sedangkan pemerintah AS adalah setan, dan oleh karen itu tidak ada yang bisa menjembatani antara keduanya. Tahap berikut adalah mendoktrinasi para pengikutnya itu hingga menjadi robot yang siap menerima perintah dan menjalankan perintahnya tersebut kapan saja dan dimana saja.


Menurut pengikut Koresh yang selamat, sang pemimpin banyak memberikan ajaran yang bersumber dari Kitab Wahyu, kitab paling akhir dari Perjanjian Baru yang berkisah tentang akkhir dunia dan siapa saja manusia yang akan selamat dan yang selamat menurut Koresh adalah mereka yang mendengarkan serta melakukan kesaksian Yesus Kristus.

Koresh yang mengaku dirinya sebagai Yesus Kristus yang telah turun kembali ke bumi untuk menyelamatkan orang-orang pilihannya melakukan suatu interpretasi yang ganjil dengan berkata:

“jika Alkitab benar, aku adalah Kristus”

Tak jelas bagaimana caranya Koresh merekrut para pengikutnya. Hingga saat ini masih belum dapat dipecahkan apakah ledakan yang menyebabkan kebakaran di bunker Branch Davidian hanya karena kecelakaan atau memeng sudah disiapkan Koresh untuk menghadapi masa-masa kritis menjelang kekalahannya. Apapun fakta yang nantinya bakal terungkap, bunuh diri masal memang menjadi ciri sekte yang mengultuskan pemimpinnya.

(Sumber: Tempo 8 Mei 1993, dan sumber-sumber lainnya)

READ MORE - Branch Davidian Part 2

Kontroversi CuLt BrancH Davidian

Mungkin asing bagi telinga kita mendengar nama tersebut. Branch Davidian, sebuah kelompok keagamaan yang hidup sekitar tahun 1960-an di Amerika. Sebuah kelompok keagamaan atau mungkin lebih tepat jika kita sebut sekte keagamaan di bawah pimpinan David Koresh. Krisis kepercayaan terhadap agama sejak tahun 1960-an di Amerika menyuburkan tumbuhnya sekte-sekte yang menjanjikan penyelamatan di hari kiamat.

David Koresh hanya sebuah contoh. Sejak tahun 1960-an di Amerika berkembang sekte-sekte keagamaan yang bersifat kultus individu, yang oleh para pengikutnya dianggap lebih sesuai dengan zaman modern. Dalam majalah Tempo 8 Mei 1993, dijelaskan bahwa Davids Koresh konon menderita gangguan psikologis dan mengaku sebagai Yesus Kristus. Gerakan David Koresh berusaha memisahkan para pengikutnya dari keluarga dan masyarakat. Hidup dalam satu komunitas dan dibuat hanya menggantungkan hidupnya pada sang pemimpin. Ciri khas dalam pengkultusan sang pemimpin ini menyerupai sekte yang sebelumnya telah muncul yaitu Sekte Kuil Rakyat dibawah pimpinan Jim Jones.

David Koresh memang melakukan yang biasanya dilakukan oleh para pemimpin gerakan keagamaan berjenis sekte yang mengultuskan pemimpinnya, menarik garis tegas antara pengikut dan masyarakatnya. Menurut Koresh, ia adalah orang suci sedangkan pemerintahan AS adalah setan, oleh karena itu tidak ada yang bisa menjembatani diantara keduanya.

Tahap berikutnya adalah mendoktrin para pengikutnya hingga mereka menjadi boneka bagi pemimpinnya yang siap menjalani perintah pemimpinnya kapan saja. Menurut pengikut Koresh yang selamat, Koresh banyak memberikan ajaran yang bersumber dari Kitab Wahyu, kitab paling akhir dari Perjanjian Baru yang berkisah tentang akhir dunia dan siapa saja yang akan selamat dari peristiwa berakhirnya dunia itu.

Kegialaan Koresh dengan menyebut dirinya sebagai Yesus Kristus tidak berhenti. Dalam dua surat terakhirnya yang diserahkan kepada FBI (surat yang disebutnya sebagai “surat dari Tuhan”), dalam suratnya yang pertama yang bertanggal 10 April menegaskan bahwa ia adalah Kristus sang penyelamat dalam suratnya ia berkata

“Aku menawarkan kepadamu materi suci. Berani sekali kalian melawan undangan keselamatanku.......siapa yang engkau lawan? Hukum adalah milikku, kebenaran adalah milkku.... aku adalah Tuhan kalian. Aku adalah hidup dan mati mu.... engkau pikir engkau punya kekuatan untuk menghentikanku...?”

Sedangkan lewat surat kedua, Koresh menyatakan bahwa ia adalah pencipta surga maupun dunia. Dan oleh karena itu akhir dunia pun berada ditangannya.

“Engkau punya kesempatan untuk mempelajari penyelamatanku. Jangan menempatkan dirimu untuk melawanku... kenapa engkau harus hilang?”

Surat kedua ini dikirim pada tanggal 12 April yang ditandatangani dan dibubuhi nama Yahweh Koresh.

Sebenarnya David Koresh memang pengkaji alkitab yang tekun. Sejak masih sekolah di Dallas, ia sudah keranjingan membaca Alkitab dan mampu mengingat ayat-ayat yang panjang sekalipun. Sebelum membentuk Branch Davidian, Koresh adalah aktifis Gereja Advent Hari Ketujuh, sampai suatu ketika ia dikeluarkan dari gereja tersebut dengan sebab yang tidak jelas. Karena itulah kemudian ia bergabung dengan Branch Davidian. Sebenarnya David Koresh bukan nama sebenarnya, ia bernama Vernon Howell yang kemudian berganti nama menjadi David Koresh setelah masuk ke Branch Davidian. Daivd Koresh merupakan nama Ibrani untuk Cyrus, raja Persia yang mengijinkan orang yahudi kembali ke Israel setelah tertangkap di Babylonia.

Dengan imajinasinya ia membangun Branch Davidian sedemikian rupa. Ia tidak hanya menempelkan gambar Yesus Kristus di dinding-dinding, ia pun menmpelkan poster-poster band-band musik beraliran Early metal dan Heavy metal dan lagu-lagu dari band tersebut kemudian digunakan sebagai lagu wajib di gereja.

Kemudian pelan-pelan kegilaannya diterapkan dalam pengajarannya dalam gereja. Ia pisahkan pengikutnya pria berkelompok dengan pria dan wanita dengan wanita. Bahkan Koresh melarang hubungan seks diantara mereka tanpa kecuali. Adapun bagi dia sendiri berlaku hak istimewa: ia boleh, dan konon malah wajib, berhubungan seks dengan wanita yang ia inginkan. Koresh dikabarakan memiliki 19 istri dan kebanyakan anak-anak yang berada dalam bunker kelompok ini merupakan keturunannya.

Ia melakukan penginjilan dan menakut-nakuti pengikutnya tentang hari kiamat yang akan tiba, ia mengembangkan krisis mental dengan terus menerus bercerita tentang hari kiamat dan mengejak pengikutnya untuk siap melawan penyerang yang datang dari luar bunker tempat Brach Davidian tinggal.

Untuk mempertahankan bunker, Koresh menyiapkan para pengikutnya dengan melatih mereka layaknya militer. Selain itu juga ia melatih pengikutnya dalam bertahan hidup jika persediaan makanan menipis dengan metode diet vegetarian. Hari-hari di Bunker diisi dengan belajar Alkitab berjam-jam dari pagi hingga tengah malam tanpa makan dan tidur sedikitpun. Para pria wajib bekerja membangun bunker, sedangkan kaum wanita bertugas membereskan pekerjaan rumah tangga dan mendidik anak-anak yang tak pernah keluar dari bunker. Tidak ada siaran televisi dan tidak ada acara ulang tahun.

READ MORE - Kontroversi CuLt BrancH Davidian